Jatuh Tertimpa Gedung

Sumber Gambar : www.google.com


Bicara mengenai nikmat nggak melulu soal uang dan jabatan, ada hal lain yang lebih penting dari itu, yaitu bisa hidup. Percum B aja karena bukan percum A, loe punya uang dan jabatan, tapi nggak hidup, terus yang menikmati uang dari hasil jerih payah loe anak dan istri loe, mending-mending anak dan istri loe ingat sama loe, coba aja seandainya istri loe nikah sama cowok lain dan anak-anak loe nggak pernah lagi mendo’ain loe, ngenest loe di alam kubur. Sudah jatuh tertimpa bangunan gedung, sudah sakit tambah ngenest pula, mantap jiwa derita loe, nggak kebayang gue gimana sakitnya loe.

Malas gue ngebayanginnya, pasti bakalan absurd dan gila aja, gue kasih contoh satu aja biar nggak penasaran loe semua sama apa yang gue pikirkan dan gue bayangin, coba loe semua bayangkan ada seorang Penjabat dan punya banyak uang, terus punya istri yang aduhai bikin kepala atas dan bawah loe sakit saat melihatnya dan anak-anaknya nggak kalah sama ibunya, pada satu ketika, Penjabat tersebut meninggal dunia dan meninggalkan harta yang banyak beserta istri dan anak-anaknya yang aduhai, terus nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada petir, nggak ada badai, nggak ada-adanya, loe berhasil menikahi istrinya, loe dikasih kepercayaan penuh, loe pasti bakalan senang banget dan apa yang dirasain oleh Penjabat di alam kubur ?

Gue yakin bin banget Penjabat tersebut bakalan ngomong kayak gini “Gue yang capek-capek kerja, loe yang nikmatin semuanya, terus istri gue loe garap juga, kampret loe !”, itu kalimat yang keluar dari orang ngenest tertimpa gedung, sakitnya bukan main, udah harta dinikmatin orang lain, istri digarapnya juga, cocok dijadikan judul Sinetron zaman now “Harta dan Istri yang Nggak Bisa Aku Nikmatin”.

Dari judul sinetron tersebut, pastinya menjanjikan banget ratingnya karena sinetron tersebut menyadarkan kita, harta yang banyak, jabatan yang tinggi, punya istri cantik nggak bakalan berguna apabila loe nggak hidup.

Bisa hidup menjadi penting untuk kita semua, harta bisa dicari, jabatan bisa diusahakan dan istri cantik bisa diguna-guna pakai Dukun Beranak, tapi untuk bisa terus hidup loe nggak bisa mengusahakan karena yang punya kuasa hidup dan mati kita hanya Allah SWT.

Allah SWT yang Maha Berkehendak, apabila Dia mau mencabut nyawa loe, maka hari ini dan detik ini juga, loe bakalan mati, walaupun loe bersembunyi di Benteng yang paling kokoh di dunia nyata maupun ghaib.

Ini adalah sisi negatif yang gue angkat dari artikel ini, sisi positifnya jika loe punya banyak uang dan jabatan yang tinggi, terus loe meninggalkan anak dan istri yang sholeh dan sholehah, gue yakin loe nggak bakalan ngenest di alam kubur, nggak perlu gue jelasin karena apabila gue jelasin lagi bakalan panjang, lebar dan tinggi, sehingga persamaan linier dua variable harus menggunakan rumus segi tiga bermuda.

12 comments:

Dwi Sugiarto said...

Mending punya harta yang banyak tapi berkah keluarga sakinah istri taat

$cocoper6 said...

Harta tentunya gak dibawa mati, ketika mati datang ya mati saja, cukup perlu amal dan perbuatan semasa hidup yang penting. Soal harta duniawi, istri dll itu sudah tak lagi dipikirkan, percuma punya itu semua tapi mati tanpa membawa amal soleh selama hidup, sia2 hidup.

Kalau mati, matilah yang iklas ketika mati lupakan harta, ingatlah amal perbuatan.

Mahasiwa Abadi said...

Berkah itu lebih penting ketimbang banyak tapi gak berkah.

Idris Hasibuan said...

Lebih baik lagi banyak dan berkah, karena bisa saling berbagi :)

dear anies said...

banyak belum tentu ada berkatnya ;-)

Obat Sakit said...

banyak harta belum tentu bahagia

Adhi Hermawan said...

Nikmatnya hidup itu ya Cukup... insyaAllah kita bahagia kalau rajin2 bersyukur...

Himawan sant said...

Bahagia versiku menjalani hidup apa adanya, ngga perlu ngoyo memupuk kekayaan dan menolong sesama, meski baru bisa ngasi sedikit bantuan.

Lantana Magenta Hermosa said...

artikel yang syarat dengan "perenungan" dan falsafah hidup.
terima kasih mau berbagi

Muhammad Ridwan said...

Kematian dan kehidupan itu Allah ciptakan untuk mengetahui siapa siapa saja dari kita yang paling baik amalannya...

Ketika perbuatan orang itu baik...
Maka ketika hidup dia bersyukur karna bisa beribadah lebih baik.
Ketika mati dia bersyukur , karna bisa bertemu dengan Rabbnya.

Sungai Awan said...

semoga kita semua dilindungi Allah SWT
dan mati dalam keadaan Khusnul Khatimah
amiiiin...

Fidy Sandri said...

Selagi diberi hidup berkecukupan alangkah baiknya bila sering beramal dan berbagi dengan fakir miskin.
Karena setelah meninggal harta di dunia nggak bisa dibawa. Harta yang kita bawa ke akhirat itu adalah harta yang pernah kita amalkan di dunia.

Semoga kita semua bisa seperti iti.

Post a Comment