The Power Of Emak-Emak

Sumber Gambar : www.google.com


Menjadi diri sendiri adalah kalimat yang sering kita dengar dari mulut orang lain, baik itu dari orang yang kita kenal atau yang belum kita kenal, mereka seolah-olah mengatakan menjadi diri sendiri itu baik dan benar, padahal menurut gue, menjadi diri sendiri itu ada benar dan ada juga salahnya, untuk itu marilah kita kupas kebenaran dan kesalahannya setajam Silet dan sepedas mulut emak-emak yang naik motor lampu sein kekanan, tapi belok kiri dan kalau kita nambrak itu emak-emak, alamat udah, alamat panas telinga.

The power of emak-emak selalu membuat kita yang salah dan emak-emak selalu merasa dirinya benar, pengen banget gue mengatakan ke emak-emak tersebut “Maaf Ibu... ini lampu sein ibu kekanan dan kenapa Ibu belok kekiri ?”, si emak-emak terus menjawab “Maksud gue tong, loe belok kekanan karena gue mau kiri !”.

Ini merupakan suatu pembunuhan terhadap akal dan logika, dimana gelar Sarjana nggak berguna dan aturan yang dibuat seolah-olah nggak berharga, begitulah emak-emak, mempunyai power yang sulit dipahami, namun membuat kita yang salah.

Balik lagi ke cerita awal, menjadi diri sendiri itu benar apabila loe lakuin buat memotivasi diri loe sendiri dan hal-hal positif lainnya, tapi bakalan nggak benar jika loe tetap menjadi diri sendiri dalam hal-hal negatif, terkadang pula, kita harus menjadi orang lain untuk menjadikan diri kita jauh lebih baik.

Gue nggak terlalu terkekang dengan ucapan menjadi diri sendiri itu baik, sebagaimana berani kotor itu baik, padahal berani kotor itu membuat cucian Nyokap tambah banyak, gue mau menjadi diri sendiri diletakan pada suatu tempat yang tepat, diwaktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat, sehingga membuat emak-emak yang marah-marah tadi nggak jadi marah.

Bahasa gue keren banget kayak orang benar aja, padahal gue sendiri aja masih diomelin Nyokap karena terlalu sering main nggak jelas, apalagi ketika gue main comberan sambil bilang “Berani kotor itu baik” tambah marah Nyokap ke gue.

Gue nggak ngerti dimana salah gue, gue hanya ngikutin iklan aja dan di iklan tersebut, Nyokapnya nggak marah, tapi mensupport anaknya yang bermain, nggak kayak Nyokap gue, Nyokap gue bakalan marah dalam ukuran nggak terlalu besar, nggak terlalu kecil dan masih dalam skala sedang aja, tapi walaupun masih dalam skala sedang, Nyokap gue itu marahnya nggak sebentar, itu yang bikin telinga gue puyeng tujuh keliling.


14 comments:

Sofyan Ya-an said...

Gpp klo sama emak sendiri kita mengkesampingkan logika... Aku biasanya mengelak berkomplik dengan ibu dan adik prempuanku pada saat "tension" Dan kembali lagi "kemeja perundingan" setelah "cool atmosphere has come" Hehehe.

Dikatakan mrk kita adalah milik mrk, Dan disana ada cinta dan kasih tanpa syarat...

putueka jalanjalan said...

Duh, mimpi buruk dah ketemu emak - emak sein kanan ternyata belok kiri. Pengen tak gelitikin....

astria tri anjani said...

Hal yang positif dari the power of emak-emak adalah kasih sayangnya sama anak-anaknya, doanya yang tulus dan kepeduliannya.
Bener nggak sih...😁😁
Bener dong..😜😜

Wong Crewchild said...

emak-emak selalu benar :)

Ella fitria said...

Njirrr ngakak aku, tp emakku nggak pernah pedes tuh k ngomong, udah kaya bidadari bgt 😜

Niki Setiawan said...

Emak2 rajanya jalanan

Yuniar HMS. Islamiyati said...

Aku sendiri salah satu orang yang suka komentarin emak-emak, tapi selalu berpikir juga apakah kelak ketika aku udah jadi emak. Bakal kaya gitu? Hahaha tidaaaaaaaaaaak!

Hendra Suhendra said...

Sekelas banser aja pada minggir kalo ada emak-emak naik motor di jalanan... Jadi intinya kita harus pandai menempatkan posisi diri kita di tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Sepertinya begitu bukan....

Bang Day said...

Sama nih... klo emah ush ngoceh mending diam :)

Djangkaru Bumi said...

Mau pintar harus berani kotor? Tu iklan yang menyesatkan. Bikin emak-emak yang menonton jadi pusing tuju keliling. Sedang itu yang memerankan iklan belum tentu juga dengan apa yang jadi slogannya. Atau bisa jadi dia punya asisten pembantu dirumahnya. Pastinya juga kan bikin pusing itu pembantu. Ah soal lampu sen, ngalah saja. Takut nanti saya tidak dapat anaknya, kan calon menantu.

Ammar Dental said...

Emak-emak selalu di hati..

Riza Alhusna said...

Anjay, lu diomelin emak-emak loh ntar. Banyka blogger yang emak-emak soalnya, wkwkwkwk

Idris Hasibuan said...

Gak ada emak-emak gak ada kita, hahaha

Adhi Hermawan said...

Hahah bahkan blogger aja ada emaknya... emak blogger heheh

Post a Comment