Usaha Alternative

Sumber Gambar : www.google.com


Semenjak Bokap pergi ke dalam kuburan atau dalam bahasa kerennya meninggal dunia, gue dituntut untuk menjadi tulang punggung keluarga dan dari sinilah gue menyadari, jadi tulang punggung keluarga itu berat, bukan hanya berat ditenaga, dipikiran juga berat.

Menjadi tulang punggung keluarga sendiri aja berat, apalagi menjadi tulang punggung tetangga dan orang lain, tapi kalau ditambah sama keluarga kamu, seberat apapun pasti gue hadapin, asalkan bersama kamu.

Gombal, itulah ungkapan yang tepat buat gue, menjadi tulang punggung keluarga sendiri aja hampir nggak mampu, sok-sokan menampung keluarga cewek gebetan, bisa-bisa pagi makan Mie instan, siang mandangin bungkus Mie instan doang, malamnya berharap ada yang buang Mie instan yang kadaluarsa.

Ngenest banget impian gue, tapi itu hanya sekedar impian dan harapan gue, lagi dan lagi, selalu gue katakan, harapan gue itu biasanya selalu pupus dipinggir jalan, nggak ditengah jalan karena takut ditabrak Mobil.

Soal rezeki nggak perlu risau dan khawatir, ingat bro and sis, kita ini hamba dari yang Maha Kaya, mana mungkin kita bakalan kelaparan, buktinya aja sampai hari ini, gue masih bisa menulis artikel nggak jelas kayak gini dan tertawa lepas.

Gue nggak menyebut usahanya gimana, itu terserah loe aja, asalkan halal, terserah mau loe jualan Upil atau mau jualan kentut sekali-pun, asalkan ada yang ikhlas membelinya, tapi masalahnya, selama gue hidup di dunia ini dan berada di planet yang bernama Bumi, nggak ada orang yang mau beli Upil dan kentut, apabila ada yang mau beli, tolong kabarin gue, kebetulan gue Upilers sejati dan Kentuters juga, lumayan buat beli kouta.

Mungkin jualan Upil dan Kentut bisa dijadikan usaha alternative buat penghasilan tambahan keluarga kita, siapa tahu, ini hanya sekedar contoh dan contoh dari gue ini biasanya nggak bakalan terwujud karena hanya orang gila yang mau ngikutin semua saran gue, jadi sebaiknya yang nggak gila jangan ngikutin saran gue, kecuali loe udah gila, boleh dicoba, resiko ditanggung masing-masing.

Ada-ada aja gue ini, ngasih saran nggak karuan, menulis artikel nggak jelas, jadi apa yang baiknya dari gue ? Tentu jawabannya nggak ada dan hanya orang gila yang udah gue sogok yang mengatakan gue itu baik, pintar, ganteng dan berbagai pujian lainnya.


12 comments:

Bang Day said...

Tetap semangat bro

Hendra Suhendra said...

Hei whats up dude?? Why you are so sad. Tetap cemungutd....

Ammar Dental said...

keep calm and fight to the world.. i like your write

dear anies said...

pun begitu kesihatan harus dijaga mas... ;-)

AuL Howler said...

Tetap semangat maaass!
Fight for your fam!

Dwi Sugiarto said...

Ayo buruan nikah...sekarang atau nanti sama saja ujung ujungnya nikah juga kan...ayo salip saya yang sudah punya 3 buntut..rezeki ada yang ngatur

$cocoper6 said...

Tulang panggul keluarga, semoga kelak dirimu bisa sekuat atlas, yang dengan setia memanggul ribuan bahkan jutaan milyaran keluarga2 ....

Sitti Taslimah said...

Mas Rama itu gunanya, menulis untuk menghibur hati yang sedang gundah. Hahaha

Ella fitria said...

Pengen sedih tapi pengen ngakak. Gimana dong ya? Tp ku doakan semoga bang, kau sukses selalu yaa, sehat pula. Aamiin

Sungai Awan said...

jualan gorengan saja mas yang real bukan jualan upil

Akhmad Muhaimin Azzet said...

semoga di tahun 1440 ini rejeki semakin lancar ya mas...

Kang Nata said...

Kalau jualan upil, kira2 siapa yang beli ? :) kalau banyak yg beli saya mau ahhh..jadi Agen upil, hahahah...

Post a Comment