Pengangguran Bahan Baku Bully

Sumber Gambar : www.google.com


Hidup gue sebenarnya nggak terlalu ribet kayak kebanyakan orang, gue lebih ke simple dan easy going, nggak kerja dan jadi Sarjana pengangguran, gue santai dan woles aja, usaha lagi down, gue mah tetap santai sampai bangkrut baru nyesal, ditinggal kamu menikah sama cowok lain, gue nggak apa-apa, tapi mewek di kamar, pura-pura kuat, padahal hati gue menjerit.

Santai dan easy going kayaknya udah jadi jati diri gue, nggak perduli dalam masa lapang atau sulit, gue tetap santai menghadapinnya, kemaren usaha lagi down, gue santai aja menghadapinnya, lama-kemalamaan mulai merasa khawatir juga bangkrut karena apabila usaha gue bangkrut, gue bakalan jadi Sarjana pengangguran lagi, dimana kerjaan Sarjana Pengaguran itu, kalau nggak mengupil, pasti bengong di kamar seharian semalaman.

Pengangguran itu berat, jadi bahan hinaan, cacian, ejekan dan bahan baku pembuatan bully diantara keluarga, padahal nggak ada yang ingin jadi pengangguran, loe saat masuk kuliah pertama kali, pasti penuh semangat dan angan-angan bekerja di Instansi atau Perusahaan bunafit, kayak gitu juga gue, tapi apa mau dikata, harapan nggak sesuai kenyataan, realita jauh dari angan-angan dan angan-angan jauh dari kenyataan, apa mau dikata lagi, itulah kenyataan yang harus gue terima.

Loe boleh punya impian, harapan dan keinginan, nggak ada yang melarang, tapi Allah SWT yang punya kuasa menentukan impian, harapan dan keinginan loe tercapai atau nggak, jadi santai aja menghadapi semuanya, Allah SWT yang ngaturnya, pasti bakalan indah pada waktu, cuman usaha dan do’a juga tetap jalan.

Penyebab utama pengangguran menurut gue adalah kurang tersedianya lapangan pekerjaan, sementara jumlah pencari kerja setiap tahun terus meningkat, selain itu, penyebab lainnya adalah lapangan yang tersedia hanya lapangan Sepak Bola, lapangan Basket, lapangan Badminton dan lapangan-lapangan lainnya, mohon maaf kepada lapangan lain yang nggak bisa gue sebutin satu persatu dan diantara semua lapangan tersebut nggak ada yang namanya lapangan pekerjaan.

Disinilah peran Pemerintah sangat diperlukan untuk menyediakan lapangan pekerjaan, sehingga para Sarjana sibuk bekerja bukan sibuk mencari kerja, cukup gue aja yang mengalamin (mengikutin teman gue mencari pekerjaan, sedangkan gue sendiri malas banget melamar pekerjaan), yang lain jangan ikut-ikutan dan sibuk mencari pekerjaan itu lebih capek dari pada bekerja dan satu lagi harapan gue kepada Pemerintah, walaupun gue menyadari manusia boleh berharap, namun Allah SWT yang menentukan harapan gue tercapai atau nggak, gue berharap pekerja lokal lebih diutamain dari pada pekerja asing, bolehlah pekerja asing, jika pekerja lokal nggak bisa melakukannya dan keyakinan gue sampai hari, gue yakin pekerja lokal mampu dan jauh lebih baik dari pekerja asing, jika diberikan kesempatan dan dana umum sehingga mampu berkeliling dunia serta apabila melewati start diberikan uang.



18 comments:

Sungai Awan said...

cool saja mas
memang penganguran tidak enak rasanya, apalagi kalau sudah menikah
itu tugs pemerintah seharusnya agar pengangguran bisa ditekan jumlahnya

uasah sendiri juga tiada dana cukup, kredit ke bank pun malah mencekik orang

tapi terkadang orang yang sukses mencemooh yang macam-macam, ya iyalah dia sudah kaya dan punya uang

astria tri anjani said...

Jadi pengangguran emang dipandang rendah ya... Pdahal cari kerja emang susah....

vika hamidah said...

kalau udah stuck ngelamar kerja ga kerjakerja, mendingan usaha aja mas kecil2an daripada ga kerja sama sekali, apalagi udah ada yang harus tanggung jawab dalam keluarga.. hehe semangat bekerja.. eh ngeblog juga kan dapat penghasilan to? heeee

Obat Sakit said...

pekerja lokal harganya lebih murah ketimbang asing
tapi kenapa tidak dipakai?

Rahmat Fadhli said...

Iya bener banget, cari kerjaan susah. Lapangan pekerjaan dikit, tiap minggu gua cuma nemu lapangan badminton.
Meskipun gua skarang bekerja, tapi berasa kayak pengangguran, cuma kerja 2 hari doang. itu pun juga cuma 4 jam per hari. Sedih sih. tapi namanya juga idup.

Tanza Erlambang - Speed Up said...

siip...setuju 100%.

Kang Nata said...

Tumben artikelnya gayanya lurus buanget, biasanya ngk kayak gini mas.....sedang seriuss nich yeee..... :)

Anggun josie pasemawati said...

Dilema liat orang2. Nggak kerja ngeluh, udah kerja ngeluh juga karena kerjaannya banyak. Serung terjadi di kota2 besar biasanya yg begini.

Agus Warteg said...

Peran pemerintah emang penting untuk menciptakan lapangan pekerjaan, tapi kalo tidak ada yang lowong ya terpaksa kerja sendiri, kayak ngeblog ini juga kan pekerjaan.

Suryani Palamui said...

Yang sabar mas. Paling enak kalau kita bisa kerja di bidang yang kita senangi. Coba deh mas cari kerjaan yang emang disukain. Atau ngga, kembangin blog aja biar trafficnya bagus, dan lama-lama bisa dapat penghasilan dari blog deh. :)

Muyassaroh said...

Betul sekali...lapangan kerja lebih sedikit..semoga tetap sabar dan seger dimudahkan rezekinya...

Wong Crewchild said...

mencari pekerjaan cukup sulit saat ini, menciptakan lapangan pekerjaan sendiri juga tidak mudah, butuh usaha dan perjuangan, semoga kedepan lebih baik

AuL Howler said...

Mangatseee!

Aku dong, magister pengangguran wkwkwkwkwkkwkwkwkkkw

#LaluNangisDIbawahBantal

Insya Allah kita akan segera menemukan job yang paling cocok dan paling pas buat kita segera yaa. Aminnnnnn

Nathalia DP said...

Wah, kali ini topiknya berat

Dwi Sugiarto said...

Saya korban PHK MAS...masih jadi pengangguran, kerjanya cuma ngidupin komputer trus mainan keyboard

$cocoper6 said...

Semangat, jadi wirausaha lebih baik, banyak jalan menuju Roma. Jangan bergantung pada 'orang lain', bergantung pada Tuhan saja, Maha pemberi jalan. Soal pemerintah, yang diurusi banyak, daripada berharap pada janji yg mw kasi lapangan krj. Krj itu pasion, kadang ad yg sdh dksi, pun tdk brkerja dg baik dan bnr, ada.
Mau gk mw otak hrs kreatif.
Emg sifat manusia, klo ud krj "lelah", tp btuh, gk kerja "mati gaya", beruntung brrti kita masih manusia. Mudah2n jadi manusia berguna yak kita semua ... ;)

Tuteh said...

Yang penting tetap menjadi berguna. Belum dapat pekerjaan, bisa wirausaha seperti yang dirimu lakukan kan kan kan hehehe. Belum ada usaha, bisa bantu-bantu di rumah atau do something yang bermanfaat. Pokoknya jangan terlalu lama mewek di kamar apalagi kalau ditinggal kekasih dududud :p

vanisa said...

menurut sha pribadi, bukan hanya soal sedikitnya lowongan pekerjaan. Tapi karena pendidikan kita masih kurang, selain menargetkan lulusan mendapatkan pekerjaan bukankah lebih baik menargetkan lulusan sebagai leader, "pembuka/membuat lapangan pekerjaan sendiri" ada skill-skill yang musti diasah.

Post a Comment