Receh itu Biasa

Sumber Gambar : www.google.com


Menulis hal-hal receh ternyata menyenangkan dan mudah banget untuk dikembangkan, menulis dengan topik Upil aja udah bisa menjadi sebuah artikel dan pastinya dibumbui dengan hal-hal konyol bakalan menambah kesan absurd dari setiap artikel gue.

Receh bukan berarti nggak punya kualitas dan kuantitas, receh juga bisa berkualitas dan berkuantitas atau nggak tergantung dari siapa yang menulisnya, apabila seorang Raditya Dika yang menulis, pasti hasilnya lain dan apabila gue yang menulisnya, pasti hasilnya lain juga, lain dari pada yang lain karena nggak jelas maksud dan tujuannya.

Bisa dibilang receh yang ditulis oleh seorang Raditya Dika bakalan jadi sesuatu, sedangkan receh yang gue tulis bakalan jadi sesuatu juga, bisa jadi menjadi sampah atau pada tahap yang malas banget gue bayangin adalah menjadi jenis polusi baru yang membahayakan manusia.

Bahayanya macam-macam, salah banyaknya karena nggak ada yang benar, yaitu membuat para pembaca blog gue marah-marah nggak jelas karena terhimpit masalah ekonomi, itu kayaknya bukan disebabkan artikel gue, tapi itu udah menjadi masalah manusia pada umumnya.

Nggak lucu aja ketika ada yang baca artikel gue langsung jadi miskin, melarat, jadi gelandangan dan gue rasa bakalan jadi bahaya besar buat bangsa dan negara ini apabila artikel gue bisa mengakibatkan hal tersebut, bisa-bisa menambah jumlah kemiskinan di negara ini.

Pemerintah udah pusing menanggulangi masalah kemiskinan di negara ini, ditambah dengan efek samping membaca blog gue, bisa-bisa Pemerintah bakalan membuat Keputusan Presiden (KepRes) yang menyatakan blog gue adalah blog terlarang dan berbahaya buat para pembacanya.

Orang-orang yang masih berani melawan KepRes ini dan masih membaca blog gue bakalan dimasukin kedalam kantong Doraemon, sehingga meyusahkan kehidupan Nobita karena apabila Nobita minta alat-alat canggih dari Doraemon, maka yang keluar bukan alat-alat canggih lagi, tapi makhluk absurd seperti gue.

13 comments:

Sofyan Ya-an said...

Betul sekali tu... Mempolusi hati hhhhh

dudukpalingdepan said...

Emang absurd. Tapi tetap gue baca ampe selesai. Wkwk

Obat Sakit said...

kalau uang recehan
dikumpulan banyak
nanti akan jadi bermakna

Rica Sevtia said...

Absurd nya nih bikin kesel. Tapi yaudah mau gimana. Untung bikin ketawa. Cobak bikin berak dicelana, tetep baca sampe selesai juga si akhirnye

Andi Nugraha said...

Intinya ide menulis itu datang dari mana aja ya, Mas.
Gak perlu keluar rumah pun bisa, dari upil lah dan yg lainnya :D
Sepertinya kurang panjang artikel ini, Mas.

Tuteh said...

Hahahaha intinya receh itu datang dari siapa :p tapi kalau recehnya orisinil dan unik, tidak perlu penting datang dari siapa kan kan kan :D

Tanza Erlambang - Speed Up said...

receh, malah menghibur dan menyenangkan membacanya.
hidup receh….hahaha

Jeryanuar said...

Sereceh demi sereceh lama-lama jadi mengoceh ya maas :D
Hidup receh

vika hamidah said...

hahahhayy, walaupun tulisan ini receh, tapi tulisannya adalah karya sendiri tanpa copas artikel orang lain.. itu perlu diacungi jempol kak

dear anies said...

yang penting bukan copy paste entry orang lain ;-)

Kang Nata said...

iya.Mas menulis hal2 kecil dan terlihat sepele mudah sekali menulisnya, beda kalau kita menulis untuk mencari trafik, suzahnya minta ampyunnnnn.... :)

Sungai Awan said...

doraemon memang hebat bisa keluarin alat yang diinginkan layaknya dewa saja

Muyassaroh said...

Masih inget postingan upil. .Tapi sy selalu balik lagi ke sini dan baca postingannya. Semoga nggak diciduk sama presiden :D

Post a Comment