Harapan Crazy

Sumber Gambar : www.google.com


Optimis dan berpikir positif adalah dua hal yang selalu gue tanamkan dihidup gue. Gue percaya ketika kita optimis dan berpikir positif terhadap ketentuan Allah SWT bakalan terasa jauh lebih manis dari pada kepahitan yang gue terima saat ini, termasuk saat kamu menikah dengan cowok lain, rasa pahitnya itu luar biasa, antara Kopi hitam yang pekat, masih pahitan ditinggal kamu menikah dengan cowok lain.

Berkat kejadian tersebut, gue bisa jadi seperti sekarang, seorang pria yang absurd dan rada gila sedikit ditambah berpikir nggak jelas, semua itu membentuk diri gue yang sekarang ini. Alhamdulillah gue udah jauh lebih dewasa dari beberapa tahun yang lalu dan sekarang gue menyadari kita itu nggak jodoh, dipaksain juga bakalan percum B, bukan percum C, apalagi percum A.

Begitulah cara Allah SWT mengatur pasangan manusia, lama kenal belum tentu berakhir menikah dan belum lama kenal belum tentu juga nggak berjodoh, semua itu masih tabu dan menjadi rahasia Allah SWT. Pacaran lama dan nggak menikah sama doi adalah sesuatu yang biasa, istilah kerennya cuman jagain calon bini orang lain, pedih dan pahit rasanya, tapi mau bagaimana lagi, itulah takdir yang harus kita terima. Ada juga yang nggak lama kenal dan langsung melakukan proses taaruf, nggak lama kemudian cowoknya mengkhitbah ceweknya, masya Allah luar biasa kalau bisa kayak gini.

Nggak ada yang tahu jodoh kita siapa dikemudian hari, bisa aja kamu bercerai dan kita berjodoh, itu bisa aja terjadi dan sayangnya kamu nggak bercerai, kayaknya harapan aku nggak bakalan terjadi, kecuali aku santet suami kamu, cuman aku takut sama Allah SWT, akhirnya aku urungkan niat aku dan menerima semua yang udah terjadi.

Rasa takut kepada Allah SWT adalah satu-satunya hal yang membuat gue berpikir berulang kali untuk melakukan sesuatu yang absurd. Gue merasa selalu ada Allah SWT yang mengawasin gue dan ada pencatat amal baik serta buruk di bahu kanan dan kiri gue, bakalan percum B aja gue melakukan yang nggak-nggak, yang ujung-ujungnya pasti ketahuan juga.

Seandainya aja para Koruptor punya kesadaran kayak gitu, gue yakin nggak bakalan ada KPK di negeri ini dan kejahatan-kejahatan lain juga nggak bakalan ada, orang-orang bakalan terbiasa nggak mengunci pintu rumahnya karena merasa aman dan Polisi nggak bakalan capek-capek kesana-kemari Patroli.

Lagi dan lagi itu hanya harapan gue, sayangnya dan biasanya harapan gue selalu pupus ditengah jalan, nggak dipinggir jalan, dan nggak dipenghujung jalan, tapi selalu ditengah jalan, kayaknya harapan gue nggak takut ditabrak mobil, terlalu sering berhenti ditengah jalan itu berbahaya dan apabila ditabrak mobil gue nggak mau ikut campur dan ngurusin loe di Rumah Sakit, termasuk rencana melamar kamu tahun depan, kayaknya bakalan batal karena proses belajar gue belum kelar.

16 comments:

hendi 1985 said...

Semangat

Cara Manual said...

Setuju, apapun harapannya kita harus tetep optimis dan berfikir positif.

Dwi Sugiarto said...

Dibawa santai saja mas jodoh takkan lari kemana, sebaiknya sih kalau semuanya sudah siap baru nyari calon. Dulu saya gitu mas...prosesnya cuma 2 bulan dari melamar trus nikah simpel dan ngak ribet seperti pemuda jaman now...pacaran sampai karatan eh jadinya sama orang lain...nyeseeek deh

Andi Nugraha said...

AKu rasa koruptor udah kebal nggak mengingat sekali ke hal gitu. Kalau yang mengingat tentu hal kecil aja udah was-was, karena diawasi, lah ini sampe M, M,an, tapi ya udah lah, toh tanggung jawabnya dia sama Allah..

Baru kesini deh kayaknya aku, btw, salam kenal ya.

Sungai Awan said...

ya terus berjuang mas meskipun dikiranya tidak jodoh, toh nanti juga bakal jodoh siapa yang tahu

tak ada kata absurd lagi dalam hal ini selama kita tetap berusaha sampai akhir

itu jika memang cinta berat, perlu diperjuangkan sampai akhir
intinya jangan sampai menyerah dulu

Niki Setiawan said...

gue bisa jadi seperti sekarang, seorang pria yang absurd dan rada gila sedikit ditambah berpikir nggak jelas
Cita2nya y Om jadi gila?

himawan sant said...

Tetap semangat jalani hidup,mas.
Memang tak semua yang kita inginkan dalam hidup itu dapat terlaksana, tapi kita kudu tetap harus optimis.


Anisa AE said...

Semakin dewasa semakin tahu mana yang terbaik, semangaat.

Djangkaru Bumi said...

Harus selalu ditanamkan takut ke pada Allah SWT.
Kematangan jiwa lewat proses yang panjang.
Jagain calon bini orang, masih untuk itu hanya jagain. Kalau biayain calon bini orang, inilah yang pening.

Blogger Hanafi said...

kalau bukan jodoh memang tidak dapat nikahlah mas,

cari sahaja pengganti yang lain..

cewek bukan sorang la dalam dunia ini

Ella fitria said...

Yah baper gue.. Huhuhu
Ya mau gimana lagi, kl bukan jodoh mau dipaksa2 juga ujungnya ribut terus. Percaya aja, kl gusti bakal ngasih yg terbaik buat kita.. *ini kenapa aku jd curhat๐Ÿ˜‚

fajar herlambang said...

lanjut lagi mas, isi blog nya

Tri Anggita Rani said...

Semangat mas. emang resiko dari mencintai seperti itu. dan always be positive aja, pasti ada hal yang lebih baik buat mas kedepannya.

farida said...

Si Harapan kayaknya lulus uji nyali ya suka di tengah jalan. Hehehe.. Semangat!

astria tri anjani said...

Waduh, kisahnya tragis banget. Yabg sabar ya mas, jodoh di tangan tuhan.
Keep smile..๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Nurul Sufitri said...

Berjuang hingga tetes darah penghabisan aja mas hehehe. Masih banyak di luar sana yang bisa berjodoh. Semoga selalu diberkahi ya aamiin :)

Post a Comment