Menahan Tegangan Tinggi

Sumber Gambar : www.google.com


Nggak pernah terlintas di pikiran gue saat pertama kali lulus kuliah menjadi seorang Peternak Bebek, saat itu gue hanya berpikir gimana caranya agar cepat dapat pekerjaan. Setelah berkelana mencari pekerjaan dengan melewati 99 rintangan, 33 halangan dan 1 ujian, yaitu di tinggal nikah sama kamu, akhirnya gue nggak mendapatkan pekerjaan apapun, bahkan untuk mendapatkan pekerjaan yang nggak memerlukan modal apapun, gue nggak bisa.

Apa yang salah dalam diri gue ? Menurut pengamatan gue dan Dukun Beranak yang nggak pernah beranak, apalagi punya anak, tapi di kenal dengan Dukun Beranak, nggak ada yang salah dalam diri gue.

Muka nggak jelek-jelek amat, penampilan nggak terlalu absurd, pendengaran, penglihatan dan penciuman masih tajam, kalau mau di adu sama Anjing, masih menang gue. Sumpah di tilang Polisi tidur, nggak ada yang salah sama diri gue.

Muncul sebuah pertanyaan, kenapa gue belum mendapatkan pekerjaan apapun ? Usut punya usut, penyebab gue belum mendapatkan pekerjaan pada saat itu karena gue malas melamar pekerjaan.

Berdo’a udah gue laksanakan, membuat penampilan menarik dan mengurangi kesan absurd dari diri gue udah gue lakukan, cuman satu yang nggak gue laksanakan dan gue lakukan, yaitu melamar pekerjaan.

Memang aneh gue ini, tapi inilah gue, punya pemikiran yang sulit di pahami dan di mengerti, cuman bisa mengetahui hal-hal yang udah terjadi dan nggak bisa mengetahui hal-hal yang belum terjadi.

Apakah itu sebuah kelebihan ? Sayangnya itu adalah sesuatu yang sangat lumrah bagi kebanyakan manusia pada umumnya, jadi nggak ada sesuatu hal apapun yang bisa gue banggain dari diri gue.

Udah malas melamar pekerjaan dan di tambah nggak punya kelebihan apapun membuat kesan negatif dalam diri gue semakin bertambah. Seandainya Roy Kiyotek mencium aroma dalam diri gue pasti bilang “Kok... aromanya seperti aroma ketek ?”, terus gue jawab “Sorry Roy... yang loe cium itu ketek gue !”, Roy menjawab “Pantesan gue kecanduan menciumnya !”.

Dasar Roy Kiyotek, doyannya sama aroma ketek, nggak kayak Roy yang ada di acara “Karma”, penciumannya udah tembus ke alam sebelah, belum lagi kemampuan Indigo dia, sungguh luar biasa.

Seandainya aja gue punya kemampuan Indigo, nggak apa-apa juga nggak seperti Roy, cukup penglihatan gue bisa tembus pandang, nggak perlu sampai ke alam sebelah, cukup tembus pandang pakaian aja, nggak apa-apa juga nggak bisa tembus ke pakaian cowok, cukup pakaian cewek aja gue udah senang banget.

Roy bisa mencium aroma makhluk ghaib, sedangkan gue bisa tembus pandang ke pakaian cewek, Roy saat mencium aroma memegang kepalanya, sedangkan gue saat tembus pandang memegang celana.

Sama-sama tegang juga ceritanya, Roy tegang di kepala bagian atas, sedangkan gue tegang di kepala bagian bawah dan kalau udah nggak tahan menahan tegangan kepala bagian bawah, biasanya di salurkan dengan senam tangan (Onani).


11 komentar:

Adie Riyanto mengatakan...

Hahahaha kuota gw :'( :'( :'(

Himawan sant mengatakan...

Bhuahahahahaa ...
Kalimat akhir itu bikin .... auuuwwww ..
Ikut nyut-nyutan bacanya, eh# ;)

Bang Day mengatakan...

hahaha.... vulgar nih wkwkwkwk

vika hamidah mengatakan...

Jd gimana dah dapet gawe blm kak? Hahahahha malah ngmg jorse nih s kakak satu ini ckckck

Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan...

ngakak saat baca si roy kecanduan

Tuteh mengatakan...

Hahahahah jelas ciri khas blog ini ... bikin ngakak. Mengapa belum dapat pekerjaan? Ternyata usut punya usut karena belum pernah lamar pekerjaan satu pun *sumpah ini keren :p*

Rizky Ayu Nabila mengatakan...

Haduu, saya masih di bawah umur nih hmm:((

Kang Nata mengatakan...

ckckckckk...kalimat terakhirnya saya cium berbau dosah...hahahahah...tobatlah mas... :)

Wisnu Tri mengatakan...

Buruan masukin lamaran kerja dulu sana. Jangan kebanyakan senam tangan mulu

INDRA PERMANA mengatakan...

Tahik banget ini imajinasinya hahaha

Reyne Raea mengatakan...

wkwkwkwk, jangan ngelamar kerja, berat.
Bikin aja kerjaan, biar dilamar orang hahaha

Posting Komentar